Dirjen Dukcapil dan Pemkab Bekasi Serahkan Dokumen Adminduk dan Santunan bagi Keluarga Korban KRL
CIKARANG PUSAT, newspreventif.com – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi menyerahkan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) dan santunan kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja kepada 10 keluarga korban meninggal dunia yang merupakan warga ber-KTP Kabupaten Bekasi di Ruang KH.R Ma’mun Nawawi, Kantor Bupati, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutannya, Teguh Setyabudi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa para korban. Ia berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah dalam situasi duka seperti ini merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara, termasuk melalui pelayanan administrasi kependudukan.
“Acara hari ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dokumen kependudukan sangat penting, mulai dari akta kelahiran, kartu keluarga, KIA, KTP elektronik hingga akta kematian, yang menjadi dasar berbagai pelayanan publik,” ujarnya.
Menurutnya, Dukcapil selalu bergerak cepat dalam setiap kejadian bencana maupun musibah di berbagai daerah. Tidak hanya mengganti dokumen yang hilang atau rusak, tetapi juga memastikan penerbitan dokumen penting seperti akta kematian bagi korban.
“Akta kematian bukan hanya soal status hukum, tetapi juga berkaitan dengan berbagai kebutuhan pelayanan publik lainnya. Karena itu kami pastikan dokumen ini segera diterbitkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) baru, KTP elektronik, serta akta kematian kepada keluarga korban, guna memastikan tidak ada kendala dalam pengurusan administrasi ke depan.
Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menyebut mayoritas korban merupakan warga Kabupaten Bekasi yang mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang.
“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, dari total korban, sebanyak 12 orang meninggal dunia, dengan 10 di antaranya merupakan warga Kabupaten Bekasi, sementara dua lainnya berdomisili di Kabupaten Bekasi namun tidak memiliki KTP setempat.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjutnya, juga memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga korban tidak lagi mengalami kesulitan dalam pengurusan dokumen kependudukan maupun akses terhadap berbagai layanan publik lainnya.
