Kabupaten Bekasi Raih Prestasi Terbaik I Tata Kelola CSR Tingkat Lanjutan se-Jawa Barat 2026

Kabupaten Bekasi Raih Prestasi Terbaik I Tata Kelola CSR Tingkat Lanjutan se-Jawa Barat 2026

CIKARANG PUSAT, newspreventif.com – Kabupaten Bekasi kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan meraih Terbaik I pada kategori Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Tingkat Lanjutan dalam Forum CSR Jabar 2026. Prestasi ini sebagai pengakuan atas tata kelola CSR yang semakin terintegrasi dan kolaboratif dengan dunia usaha.

Capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan sistem perencanaan dan kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Bappeda sebagai sekretariat tim fasilitasi CSR.

Pemerintah daerah secara bertahap menyusun menu program pembangunan yang disesuaikan dengan prioritas daerah, kemudian mengintegrasikannya dengan pilar CSR perusahaan agar selaras dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kabupaten Bekasi, Vina Sari Nalurita, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti keberhasilan tata kelola TJSLP yang semakin terarah dan kolaboratif.

“Tentunya kami Bappeda sebagai sekretariat tim fasilitasi CSR Kabupaten Bekasi sangat berbahagia dengan raihan ini karena ini kedua kalinya Kabupaten Bekasi mendapat penghargaan CSR di level Provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah tahun 2026 Kabupaten Bekasi memperoleh Terbaik I Pemerintah Daerah dengan Tata Kelola Tim TJSLP terbaik Tingkat Lanjutan, sedangkan tahun 2025 mendapatkan peringkat II, dan ini semua hasil kolaborasi baik bersama perusahaan dan perangkat daerah di Kabupaten Bekasi,” ujarnya, ditemui pada Jumat (19/06/2026).

Ia menjelaskan, salah satu indikator utama penilaian adalah bagaimana pemerintah daerah membangun perencanaan yang dikomunikasikan secara aktif dengan dunia usaha. Pemkab Bekasi telah menyusun menu program pembangunan berbasis prioritas daerah yang kemudian ditawarkan kepada perusahaan sesuai siklus perencanaan CSR tahunan.

“Jadi pertama dilihat bagaimana perencanaannya, apakah pemerintah daerah memiliki perencanaan yang dikomunikasikan dengan mitra CSR atau perusahaan. Alhamdulillah pada tahun 2025 kami mencoba menyusun menu program pembangunan yang disesuaikan dengan pilar CSR perusahaan, kemudian kami sampaikan kepada perusahaan pada periode Juli sampai Oktober sesuai dengan jadwal perencanaan CSR perusahaan,” jelasnya.

Dari proses tersebut, terdapat 14 mitra CSR yang terdiri dari kawasan industri, perusahaan, yayasan, dan perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program pembangunan Kabupaten Bekasi untuk tahun 2026.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga mencatat penambahan sekitar 26 perusahaan yang menjadi mitra CSR pada periode 2025–2026 sebagai bentuk penguatan kolaborasi dengan dunia usaha.

“Alhamdulillah di tahun 2025 dan 2026 ini kami mendapatkan penambahan mitra sekitar 26 perusahaan. Ini menjadi peningkatan kinerja bagi kami, walaupun jumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi sangat banyak, kami terus mengajak untuk menjadi mitra CSR,” ujarnya.

Vina menegaskan bahwa inovasi menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian TJSLP Award, salah satunya melalui pelaksanaan Musrenbang CSR yang menjadi terobosan pertama di Provinsi Jawa Barat dalam menyelaraskan program pemerintah dengan dunia usaha.

“Tantangannya adalah bagaimana menyinkronkan antara rencana kerja CSR perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah. Selain itu, ke depan diharapkan semakin banyak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi dapat memfokuskan pelaksanaan CSR di wilayah Kabupaten Bekasi serta meningkatkan koordinasi dan pelaporan program kepada pemerintah daerah agar selaras dengan kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Bekasi juga mengembangkan sistem digitalisasi menu program CSR yang memudahkan perusahaan memilih program berdasarkan lokasi, pilar CSR, hingga estimasi biaya, termasuk pendekatan wilayah ring 1.

Melalui Musrenbang CSR tahun sebelumnya, telah disepakati 59 kegiatan pembangunan oleh 14 mitra CSR yang terdiri dari kawasan industri, perusahaan, yayasan, dan perguruan tinggi. Program tersebut meliputi sektor pendidikan, rutilahu, hingga lingkungan, yang sebagian di antaranya telah mulai direalisasikan.

“Sudah ada 59 kegiatan yang disepakati dan sebagian sudah mulai dilaksanakan, termasuk perbaikan sarana pendidikan dan rutilahu,” pungkasnya.

About The Author

CATEGORIES
Share This