
Pemkab Bekasi Komitmen Prioritaskan Layanan Kesehatan Berbasis JKN dan Akses Berobat Berkelanjutan
TAMBUN SELATAN, newspreventif.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan layanan kesehatan berbasis Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan sebagai upaya menjamin akses berobat yang layak dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menghadiri peringatan HUT ke-17 RS Hermina Grandwisata di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (25/04/2026).
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa ke depan BPJS Kesehatan akan menjadi prioritas utama dalam pembiayaan layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari penataan sistem yang lebih berkelanjutan.
“Ke depan, BPJS akan kita hidupkan menjadi prioritas agar seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki jaminan kesehatan untuk berobat,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga melakukan evaluasi terhadap program Jamkesda agar penggunaannya lebih efektif dan efisien, mengingat besarnya kebutuhan anggaran dalam waktu singkat.
“Makanya Jamkesda kita kecilkan, karena dalam beberapa bulan saja anggarannya bisa mencapai puluhan miliar, sementara melalui BPJS anggaran bisa kembali dan dikelola lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah di tengah berbagai tantangan fiskal, sekaligus memastikan seluruh kewajiban daerah dapat diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat.
“Saya ditugaskan oleh masyarakat untuk melunasi kewajiban daerah agar masyarakat Kabupaten Bekasi bisa sejahtera, khususnya dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, sehingga berdampak pada sejumlah program, termasuk penyesuaian pada program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
“Kita banyak sekali pemotongan, termasuk program Jamkesda juga kita kurangi. Tapi insya Allah di kepemimpinan saya akan dirapikan semua ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tengah fokus menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada BPJS Kesehatan secara bertahap sebagai bagian dari penataan sistem pembiayaan kesehatan daerah yang lebih berkelanjutan. “Kita punya utang BPJS sekitar Rp247 miliar, sudah kita bayar Rp163 miliar, sisanya akan kita selesaikan secara bertahap, termasuk komunikasi lanjutan pada bulan Mei,” jelasnya.
Asep juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi RS Hermina Grandwisata yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada RS Hermina Grandwisata, di mana masyarakat saya sering datang dan dilayani dengan baik,” katanya.
Selain itu, Plt Bupati Bekasi turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan rumah sakit swasta dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk penguatan upaya promotif dan preventif guna menekan angka kesakitan masyarakat.
“Rumah sakit bukan hanya menampung orang sakit, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif dan promotif, seperti medical check-up agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” terangnya.
